Renungan Harian - Sombong VS Rendah Hati
Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Lukas. 18:10-14 ITB)
1. Kerendahan Hati
Kerendahatian tidak dimulai dari saat kita direndahkan atau ketika kita tidak memiliki apa-apa. Kerendahhatian dimulai ketika kita sadar akan hakikat diri kita di hadapan TUHAN. Ketika kita sadar bahwa kita sangat membutuhkan TUHAN.
Firman Tuhan menekankan bahwa persekutuan hidup bersama semakin berarti dan berdampak jika semua yang ada di dalamnya memiliki sikap kerendahan hati, yang merupakan buah teladan dari Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus menunjukkan kepada kita teladan terbesar tentang kerendahan hati, Ia rela menjalankan misi Allah Bapa dengan memberi diri-Nya mati tersalib sebagai wujud totalitas kasih-Nya agar kita manusia di selamatkan.
Firman Tuhan berkata : yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus di pertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Filipi 2: 6-7.
Tuhan Yesus memberi teladan tentang sikap kerendahan hati yang teragung, Ia mengesampingkan kepentingan diri-Nya, kemuliaan diri-Nya hanya demi manusia. Dari apa yang telah Tuhan Yesus teladankan bagi kita maka ada beberapa hal yang dapat kita renungkan:
- Sikap
kerendahan hati mengarahkan kita untuk menyadari bahwa kita tidaklah berarti
apa-apa tanpa Tuhan. Keberadaan diri kita yang masih dapat menikmati hidup
sampai dengan saat ini, apa yang kita miliki dan dibanggakan yang ada dalam hidup kita semuanya
bersumber dari Tuhan.
- Dalam
menjalankan setiap karya atau pekerjaan, pribadi yang memiliki sikap kerendahan
hati selalu bahwa ia tidak dapat hidup dan berkarya sendiri tanpa kehadiran
orang lain. Kehadiran orang lain dalam hidup dan karya adalah bagian yang
penting yang turut berperan dalam berbagai pencapaian-pencapaian dan kemajuan.
2. Kesombongan
Kesombongan adalah ketidaksadaran akan keberadaan kita di hadapan TUHAN. Sombong adalah sikap hati yang merasa tidak membutuhkan TUHAN. Mengapa kesombongan bisa dianggap begitu berdosa? Kesombongan berarti memberikan pujian dan penghargaan kepada diri kita sendiri untuk sesuatu yang Allah lakukan. Kesombongan berarti mencuri kemuliaan yang seharusnya diperuntukkan bagi Allah saja. Kesombongan pada dasarnya merupakan penyembahan terhadap diri sendiri. Apapun yang kita capai di dunia ini tidak akan mungkin terjadi jika bukan Allah yang memampukan dan memelihara kita.
"Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?" (1 Kor 4:7). Itulah sebabnya kita memberikan kemuliaan kepada Allah karena hanya Dia saja yang layak untuk menerimanya.
Menjadi orang baik itu bagus, tapi menjadi orang yang
merasa baik itu tidak bagus. Menjadi orang benar itu bagus tapi menjadi orang
yang merasa benar itu tidak bagus.
Kesombongan dimulai ketika kita berfokus kepada diri
sendiri. Rendah hati dimulai saat kita mati terhadap kepentingan diri sendiri.
Kesombongan bercokol di pikiran dan perasaan, tapi sikap rendah hati selalu
diimplementasikan melalui keputusan dan tindakan. Kesombongan hanya membuat
letih lesu dan menambah beban, Kerendahhatian membawa kelegaan dan ketenangan
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan RENDAH HATI dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Mat. 11:28-29)
Posting Komentar untuk "Renungan Harian - Sombong VS Rendah Hati"
Berkomentar yg membangun dan memberkati.