Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Wahyu 2:1-7 - GEREJA YANG SEMPURNA ADALAH UTOPIA

Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula (Wahyu 2:3-4)

Renungan Wahyu 2:1-7 - GEREJA YANG SEMPURNA ADALAH UTOPIA


Sifat dasar manusia salah satunya adalah berusaha hidup sempurna, ini juga tercermin dalam kehidupan banyak warga jemaat yang berusaha mencari denominasi gereja yang sempurna. Akibatnya banyak warga gereja yang melakukan urbanisasi dengan tujuan mencari gereja yang lebih baik, bisa jadi yang sempurna adalah mereka yang memiliki band lengkap dalam mengiringi pujian, atau gereja yang banyak melakukan KKR penyembuhan Ilahi, alasan lain karena pendeta digereja tersebut menyenangkan khotbahnya.

Semua denominasi, semua tata ibadah tidak ada yang sempurna, karena dibangun oleh manusia yang tidak sempurna yakni manusia berdosa. Walaupun demikian warga gereja di tingkat akar rumput sering saling menghakimi dengan dalil ajaran, teologia, dan tata ibadah merekalah yang paling sempurna. Di Media sosial (medsos) saling sindir pendeta, bahkan terang-terangan meyerang pribadi pendeta lain tidak terelakkan lagi dan menjadi konsumsi public yang kurang bagus bagi agama lain.

Surat Rasul Yohanis kepada Jemaat di Efesus merupakan teguran yang tidak lasim, karena secara sepintas jemaat di Efesus sangat sempurna, “ Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat” (2). Gambaran Jemaat Efesus merupakan contoh yang sempuran, karena mereka tekun beribadah, mereka tidak senang kepada orang yang melakukan dosa. Tetapi Yohanis mengatakan bertobatlah karena betapa dalamnya engkau telah jatuh. Yohanis memaknai dosa sebagai suatu aktifitas rohani yang sudah menjadi rutinitas tetapi di dalamnya.

Posting Komentar untuk "Renungan Wahyu 2:1-7 - GEREJA YANG SEMPURNA ADALAH UTOPIA"