Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Dosa Menurut Alkitab

Apa Itu Dosa Menurut Alkitab


1.   Apakah Dosa itu?

Dosa merupakan segala bentuk pelanggaran terhadap hukum Allan 1 Yoh 3:4 “Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.”

2.   Bagaimana/mengapa dosa itu bisa terjadi?

Mekanisme bagaimana dosa bisa teriadi bisa dilihat dari segi keberadaan manusia itu sendiri. Itu semua dikarenakan karena manusia memiliki:

a.      Kemerdekaan

Manusia memiliki kemerdekaan untuk mengikuti jalan ketaatan yang menuju kepada kehidupan, atau sebaliknya, jalan ketidaktaatan yang membawa kepada kematian. Manusia ini memilki kemerdekaan karena tidak seorangpun yang dapat memaksakan segala sesuatu kepada mereka. Bahkan iblispun tidak mampu memaksakan kehendaknya atas manusia, Iblis hanya mampu mencobai mereka, dalam artian ia hanya mampu membujuk mereka untuk melakukan apa yang diingininya dengan memanfaatkan keinginan hati mereka.

Intermezo: Bagaimana dengan Allah sendiri, dapatkah Allah memaksakan kehendakNya kepada manusia? Jelaskan alasannya.

b.      Pilihan

Mereka memiliki kemampuan untuk memilih salah satu dari kedua pilthan tersebut (antara kehidupan dan kematian). Dengan kata lain, mereka memilki kuasa didalam diri mereka sendiri (karena Allah memang menciptakan mereka sedemikian), untuk memilih yang baik dari yang jahat. Kuasa atau kemampuan untuk memilih yang baik dari yang jahat inilah yang musnah saat peristiwa kejatuhan manusia dalam dosa.

Sesudah kejatuhan Adam kedalam dosa, Adam beserta dengan keturunannya memang tetap memiliki kebebasan untuk memilih yang baik dan yang jahat, namun demikian mereka telah kehilangan kuasa untuk melakukan segala yang baik.

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa natur manusia dengan kehendak bebasnya sudah hilang sejak kejatuhan manusia kedalam dosa. Malah yang terjadi adalah sebaliknya, manusia tetap memiliki kehendak bebas, tapi tidak berkuasa untuk mengendalikannya. Kebalikannya, justru kenyataan yang terjadi adalah manusia dikendallikan oleh kehendak bebasnya - yang dilakukan tidak sejalan dengan kebenaran Allah - Rom 3:12

Intermezo:

Apa tujuan Allah dengan memperlengkapi manusia dengan kehendak bebasnya, jika kenyataannya, gara2 kehendak bebas manusia sering menyakiti Allah?

Bila kita membaca kembali kisah terjadinya dosa pertama itu, maka kita akan menemukan satu hal yang penting didalamnya. Yakni, bahwa Allah merupakan satu2nya pihak yang berotoritas menentukan 'ini benar' atau 'ini salah'. San satu2nya jalan bagi Adam untuk dapat mengetahui benar atau tidaknya sesuatu secara pasti adalah dengan tetap berpegang pada Firman Allah (Kej 2:17).

Perintah Allah merupakan satu2nya hal yang patut menjadi pertimbangan Adam dalam menentukan benar tidaknya sesuatu. Itulah sebabnya iblis memusatkan usahanya dalam mencobai manusia pada bagian ini - Kej 3:4. Dengan kata lain, iblis membujuk Adam untuk tidak menerima perintah Allah sebagai satu2nya ketetapan, Iblis membuiuk Adam sedemikian rupa, hingga kemudian ia berpikir bahwa ia mampu menetapkan yang terbaik bagi dirinya sendiri.

Sebagai kesimpulannya:

·      Dalam pandangan Allah, dosa merupakan 'segala sesuatu persetujuan untuk melanggar hukum Allah.

·      Dalam pandangan manusia, dosa adalah 'segala sesuatu yang dapat membahayakan manusia'. Kita tidak akan pernah dapat benar2 menyadari seberapa besar dosa kita sebenarnya. Selain itu, kitapun tidak dapat menemukan suatu definisi tentang dosa secara universal. Apa yang nampaknya berbahaya bagi seseorang, belum tentu bagi orang lain. Sesuatu yang dinilai dosa bagi seseorang, belumlah tentu dosa bagi orang lainnya. Tetápi jika kita berpijak pada definisi dosa menurut Allah, maka kita tahu benar posisi kita contohnya merokok.

3.   Apa akibat dari peristiwa kejatuhan manusia kedalam dosa kepada umat manusia?

Peristiwa kejatuhan manusia kedalam dosa menyeret seluruh umat manusia kedalam dosa dan penderitaan sebagai akibat langsung dari dosa tersebut. Hal ini disclabkan karena adanya:

a.   Aspek kesatuan

Adam dan setiap orang yang menjadi bagian dari umat manusia secara keseluruhan disatukan dalam satu tautan, yaitu ciptaan Allah. Adam dan keturunannya merupakan bagian satu terhadap yang lainnya, bagaikan ranting- ranting yang menjadi satu bagian dari sebuah pohon - Kis 17:26

Alkitab dengan gamblang menjelaskan bahwa tidak ada keturunan Adam (melalui proses prokreasi) yang dapat memiliki kemungkinan lain kecuali natur yang telah tercemar (kecuali Kristus) - Ayub 14:4, 25:4. Secara langsung hal ini mengacu kepada bahwa semua manusia keturunan Adam adalah melalui proses prokreasi, dan bahwa mereka semua telah menjadi berdosa bersama dengan Adam, sekaligus jatuh kedalam dosa bersama dengannya.

b.   Dosa asal

Adanya suatu pemahaman bahwa perbuatan dosa yang pertama adalah milik Adam, bukan milik kita. Karena yang memakan buah pengetahuan baik dan jahat adalah Adam, bahkan yang menerima perintah langsung dari Allah, bukanlah kita, tetapi Adam.

Paulus menyatakan dalam Rom 5:19, bahwa ayat ini adalah sebagai pelengkap fakta bahwa Adam adalah Bapa dari seluruh umat manusia. Maka praktis sekali, bahwa kita juga harus menyatakan bahwa ia merupakan kepala perwakilan yang bertindak atas nama seluruh umat manusia.

Intermezo:

·      Apakah itu berarti Allah sedang memainkan keadilanNya atau sedang memaksakan kehendak penghukumanNya kepada umat manusia, gara2 satu orang, semua umat/generasi manusia didunia ini dihukum?

·      Perintah untuk berkembangbiak adalah perintah sebelum kejatuhan manusia, artinya jika Adam tidak jatuh dalam dosa, maka seluruh natur 'kemanusiaan Allah' adalah milik generasi2 sesudah Adam. Demikian pula jika yang terjadi adalah sebaliknya - manusia pertama memilh merusakkan natur kemanusiaan Allah, dan membangun natur kemanusiaan menurut keinginannya sendiri, Akhirnya saat Tuhan membuang Adam, disitulah natur kemanusiaan Adam terbawa sampai kepada generasi2 sesudahnya. Siapakah yang patut dipersalahkan?

·      Dapatkah manusia berdosa tanpa adanya campur tangan Iblis?

Bisa, karena natur kemanusiaan dalam aspek keberadaan dosa. erat kaitannya dengan kehendak bebas itu sendiri - suatu pilihan, bukan karena adanya ancaman atau godaan iblis sekalipun. Apa artinya suatu kehendak bebas, jika tidak ada ujian yang menunjukkan kualitasnya.

Note: Yang perlu diwaspadai

Doktrin Kreasionisme

Doktrin ini mengajarkan bahwa tubuh manusia diwariskan oleh Adam melalui proses pokreasi, sementara jiwa manusia langsung diciptakan oleh Allah. Menurut ajaran ini, bagian fisik dari keberadaan kita merupakan warisan orang tua kita, tetapi bagian non-fisik kita merupakan hasil karya penciptaan ilahi.

Menurut pandangan ini, tubuh telah tercemar karena dosa Adam, sementara itu jiwa menjadi dosa dan tercemar karena ditempatkan dalam tubuh yang tercemar, dan hal ini dinyatakan jelas oleh Allah sejak manusia jatuh kedalam dosa.

Doktrin ini bersumber kepada ajaran Yunani kuno yang mengajarkan bahwahal2 material (seperti tubuh) adalah jahat, dan hal2 yang spiritual (jiwa) adalah mulia.

Maka itu kita meyakini bahwa 'Doktrin Tradusianisme' adalah doktrin vang Alkitabiah. Doktrin ini mengajarkan bahwa seluruh keberadaan manusia (baik tubuh dan jiwa) diwariskan melalui proses prokreasi oleh para orang tua - Kej 5:3. Alasannya adalah:

·      Adam berdosa dalam seluruh keberadaannya sebagai manusia. Bukan hanya tubuhnya yang berdosa, jiwanya juga.

·      Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah menciptakan jíwa semata (seperti saat Tuhan menciptakan para malaikat), ataupun menyatakan bahwa la menciptakan tubuh semata. Dalam kenyataannya, Alkitab hanya menyatakan bahwa saat la menciptakan Adam dan Hawa, la memberi tubuh dan jiwa (menghembuskan nafasNya atas mereka).

·      Jika Adam mewarisi tubuh, maka tidak cukup kuat kemungkinan untuk mengatakan bahwa ia telah memperanakkan 'menurut gambarnya' (Kej 5:3), karena gambar bukan hanya ada didalam tubuh, atau juga didalam jiwa saja, melainkan didalam seluruh keberadaan manusia.

·      Tercemarnya jiwa manusia sebagai akibat keterkaitannya dengan tubuh, tidak dinyatakan dalam Alkitab. Alkitab hanya menyatakan hal tersebut sebagai akibat dari keterlibatan manusia dalam dosa asal Adam, Peristiwa kejatuhan Adam dalam dosalah yang telah membawa manusia kedalam dosa serta penderitaan, bukanlah kedekatan tubuh dengan jiwa

c.    Manusia kehilangan persekutuan dengan Allah - Kej 3:24

Ketika Allah menciptakan manusia, la menciptakannya dengan kapasitas serta kebutuhan akan sesuatu kehidupan yang kekal - Pengkotbah 3:11. Namun, semenjak kejatuhan manusia akan dosa, kapasitas tersebut sudah tidak dapat lagi dipenuhi, dan kebutuhan akan kapasitas tersebut sudah tidak dapat lagi dirasakan. Sebab, Allahlah, satu2nya yang dapat memuaskan hati manusia. Maka, sebagai akibatnya, hati manusia sering merasakan kehampaan dan kegelisahan.

Artinya, kehilangan persekutuan dengan Allah berdampak kepada kondisi hati yang sudah sangat sulit untuk mengalami pemulihan dan penyegaran. Orang yang sudah tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang karya keselamatan Yesus, yang bertujuan untuk memulihkan lagi persekutuan yang sudah rusak tersebut, maka orang tersebut akan selalu dipenuhi dengan kehampaan dan kegelisahan sepanjang hidupnya. Singkatnya, tanpa keberadaan Tuhan dalam hidup kita, maka segala sesuatu yang dilakukan dimuka bumi ini akan sia2 belaka - Peng 1:2

d.   Mengalami murka Tuhan - Ef 2:3

Kondisi kehampaan dan kegelisahan yang dialami oleh manusia ini masih harus ditambah dengan penderitaan hidup yang tidak mungkin dihindari oleh siapapun. Cepat atau lambat: penyakit, bencana kelaparan, pertempuran ataupun malapetaka yang lainnya, akan dituntut atas kita semua.

Tidak semua orang mengalami pengalaman yang sama. Sebagian orang mungkin akan mengalami suatu penyakit yang mematikan, sementara yang lainnya mungkin akan gugur dalam suatu pertempuran. Kita bahkan juga menyaksikan betapa seorang benar juga mengalami penderitaan, sementara orang jahat tidak mengalami kesusahan - Maz 73:5

Kita tidak bisa memberikan penjelasana apapun atas perbedaan ini, selain mengimaninya sebagai bagian dari hikmat serta rencana Tuhan vang berdaulat mutlak. Berkat sesaat yang diterima orang jahat hanya menjadikan akhir hidupnya semakin mengerikan. Sebaliknya didikan serta uiian sesaat yang dialami orang beriman, semata-mata akan berakhir dengan kebaikan baginya.

Yang perlu dipahami disini adalah, penderitaan didunia ini bersifat universal, serta tidak dapat dihindari. Ada penderitaan jasmani, ada pulam yang berkaitan dengan rohani, semuanya tersebut tidaklah asing buat manusia.

Akibat dari murka Tuhan:

Penderitaan di bumi - Roma 3:29 “Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!

Mati - Roma 6:23 “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kematian kekal di neraka - Mat 25:41 “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”


Posting Komentar untuk "Apa Itu Dosa Menurut Alkitab"